Projector merupakan alat  daripada suatu perangkat optic yang bisa menampilkan suatu  gambar ke permukaan, biasanya layar screen, bisa dinding tembok dll .

Mayoritas alat multimedia ini (proyektor) menciptakan  suatu gambar melalui sinar cahaya yang biasa disebut lensa transparan kecil, namun ada sejumlah jenis proyektor keluaran terbaru yang lebih modern mampu menampilkan suatu gambar secara langsung, melalui alat yang biasa disebut sinar laser.  Tipe proyektor yang lebih familiar saat ini yang lebih sering dipakai adalah jenis alat multimedia yang biasa disebut proyektor video.

Alat multimedia ini (Proyektor Video) merupakan pengganti digital untuk type proyektor sebelumnya seperti OHP. Type-type projector OHP Mayoritas sudah diganti dengan proyektor digital pada era tahun  1990-an dan awal 2000-an, namun OHP masih dipakai di beberapa tempat. Tipe proyektor modern merupakan proyektor portable yang perangkatnya memakai laser atau LED untuk menampilkan  suatu gambar. Untuk jenis Proyeksi modern ini kelemahannya adalah gambar  sulit untuk dilihat bila berada dilingkungan yang terlalu banyak cahayanya.

Kategori Proyektor

Alat multimedia atau bisa juga disebut proyektor masih bisa dipisah-pisah menjadi beberapa kategori, berdasarkan pada type input.  Seperti contoh: projector audio video pada prinsipnya dikembangkan untuk menampilkan gambar gerak yang sudah direkam, namun  secara teratur dipakai untuk proyeksi gambar diam dalam presentasi PowerPoint serta bisa  dengan gampang dihubungkan ke kamera video. Kita mungkin pernah membaca buku tentang  lentera ajaib yang terkenal sebab menampilkan gambar foto, akan tetapi juga bisa menampilkan gambar gerak dari slide mekanis sejak penemuannya.

Bisa juga ada sejumlah tipe proyektor selain contoh-contoh yang di bawah ini, namun sehubungan dengan kurangnya bukti serta seringnya laporan yang kurang jelas tentang sifatnya. Pemirsa  bahkan tidak selalu mempersoalkan tentang  perincian pembeda antara contohnya wayang kulit dan proyeksi lentera. Mayoritas tidak paham karakter dari apa yang mereka tonton dan minim sekali yang pernah menonton media lain yang memiliki perbandingan hampir sama

Alat multimedia projector terbagi sejarahnya bersamaan dengan Kamera. Kamera merupakan peristiwa optic murni yang terjadi ketika suatu obyek gambar adegan di sisi lain layar  ditampilkan melewati lubang kecil di layar itu untuk membentuk sebuah gambar.

Sejarah Proyektor

Sebagian besar versi listrik modern dari jenis lentera ini menggunakan semua jenis tokoh plastik transparan berwarna-warni yang diproyeksikan di dinding, terutama populer untuk pembibitan.

Dekade tahun 1437 seorang penulis  Leon Battista Alberti humanis Italia, seniman, arsitek, penyair, pendeta, ahli bahasa, filsuf dan kriptografi  menampilkan obyek gambar yang dilukis dari suatu kotak yang tertutup dengan sebuah lubang kecil, namun  belum yakin apakah ini benar-benar sebuah projector atau lebih tepatnya suatu kotak seni pertunjukan dengan gambar transparan yang beri cahaya dari belakang dan dilihat melalui lobang. 

Leonardo da Vinci Diprediksi mempunyai  sebuah  lentera yang menampilkan gambar dengan lensa kondensasi, cerobong api dan lilin pada dekade tahun 1515.

Heinrich Cornelius Agrippa(1531-1533), mengaku bahwa menampilkan objek “gambar yang dilukis  secara surat tertulis” ke permukaan bulan melalui  cahaya bulan, bahkan  Pythagoras  juga sering melakukan trik semacam ini. 

Seorang warga negara Belanda Cornelis Drebbel, merupakan penemu mikroskop, diprediksi mempunyai sejenis proyektor yang ia pakai dalam panggung magis. Buku yang ia tulis pada tahun 1608 beliau menjelaskan banyak transformasi luar biasa yang beliau laksanakan dan penampilan yang beliau panggil melalui  cara inovasi barunya berdasarkan optik. 

Dekade tahun 1612 ahli matematika dari negara  Italia Benedetto Castelli membuat tulisan yang ditujukan ke mentornya,  yaitu Galileo Galilei  yang lebih dikenal sebagai  astronom Italia, ahli fisika, insinyur, filsuf dan ahli matematika  tentang menampilkan gambar matahari melalui teleskop (ditemukan pada 1608) hal ini digunakan untuk mempelajari bintik yang ada pada matahari yang baru ditemukannya.  Sampai dengan kurang lebih dekade tahun 1630 Christoph Schneider selalu terus meneliti bintik matahari serta membangun sistem tampilan surya teleskopik baru. 

Seorang sarjana dari Jerman Athanasius Kircher   dalam sebuah gambaran penemuannya, cermin steganografi : sistem tampilan kuno dengan lensa fokus dan tulisan atau gambar yang dilukis di sebuah  cermin cekung yang memantulkan sinar matahari, mayoritas dimaksudkan untuk komunikasi jarak jauh.

Ilmuwan ini mengungkapkan keterbatasan dalam meningkatkan ukuran dan mengurangi kejelasan jarak jauh dan menyatakan harapannya bahwa seseorang akan menemukan metode untuk memperbaiki ini. Athanasius Kircher sering disebut sebagai penemu lentera ajaib, walaupun, beliau sendiri menyatakan ahli matematika dari Denmark Thomas Rasmussen Wolfenstein tentang lentera ajaib, yang dilihat Athanasius Kircher sebagai pengembangan kedepan dari sistem proyeksinya sendiri.  Walaupun Athanasius Kircher mangaku cermin steganografi merupakan alat  yang ditemukannya.

Dekade tahun 1654 ahli matematika dari  Belgia André Racquet memakai teknik Kircher untuk menampilkan perjalanan dari negeri Tirai Bambu ke Belgia.

Dari negara  Italia Martino Martini seorang misionaris, sering dilaporkan bahwa Martino dalam mengajar di seluruh daratan Eropa menggunakan lentera ajaib yang mungkin dibeli dari Cina, namun belum ada bukti kalau selain teknik Kircher digunakan.

Dekade 1659, seorang ilmuwan dari negara Belanda Christiaan Huygens sudah membuat inovasi lentera ajaib, beliau memakai cermin cekung untuk membalikkan dan mengarahkan sebanyak mungkin cahaya lampu melewati selembar kaca kecil yang merupakan gambar yang akan ditampilkan,selebihnya akan  menjadi sebuah lensa yang fokus pada bagian depan peralatan untuk menampilkan gambar ke layar atau tembok. Namun beliau malu untuk mempublikasikannya secara umum karena dianggap sembrono.

Penemuan-penemuan lentera ajaib ini sangat populer dan menjadi alat multimedia di abad ke-18 dan ke-19 untuk media Pendidikan dan media hiburan. Kedigdayaan lentera ajaib ini mulai memudar pada tahun 1890  setelah mulai diperkenalkannya bioskop.  Namu selama 1950 an Lentera ajaib ini tetap menjadi media umum sampai proyektor slide digunakan secara luas.

Fisikawan Polandia -jerman-belanda yang meninggal pada tahun 1736 Daniel Gabriel Fahrenheit dalam sejarahnya telah membangun mikroskop surya,  dimana pada prinsipnya adalah mengkombinasikan  dari mikroskop senyawa dengan proyeksi kamera obscura. memerlukan sinar matahari yang terang sebagai sumber cahaya untuk menampilkan gambar yang diperbesar dari objek transparan. 

Tahun 1774 instrumental  bahasa Inggris Benjamin Martin mempopulerkan “Opake Solar Microscope” untuk menampilkan objek yang  buram yang bisa diperbesar. Beliau mengaku:

Pake Solar Microscope, bukan hanya membuat besar suatu tampilan alami atau Ukuran Objek dari setiap tipe, namun di waktu yang sama melempar sebagai kuantitas Cahaya matahari pada mereka, guna menghasilkan semua Warna tampak lebih jelas dan cerah daripada untuk Mata telanjang

Ilmuwan matematika, ilmu fisika, astronom , ahli logika serta insinyur  dari negara Swiss, Leonhard Euler membuat sebuah project buram , dimana saat ini lebih dikenang sebagai episkop, kurang lebih pada tahun 1756. Belia mampu membuat tampilan gambar yang jelas dari beberapa gambar yang buram serta beberapa benda (kecil). 

Pada tahun 1780 seorang Ilmuwan dari negara Perancis Jacques Charles diprediksi telah menemukan “megascope”. Beliau memakai alat ini untuk kegiatan kuliahnya. 

Henry Morton memakai sebuah alat proyektor buram dalam pertunjukan untuk audiensi besar sekitar tahun 1872, seperti di sebuah Gedung Opera Philadelphia yang mampu menampung sekitar 3500 an orang. Alat ini pada mesinnya tidak memakai reflektor dan kondensor, namun memakai sebuah lampu oxyhydrogen yang dekat dengan objek untuk menampilkan gambar besar yang jelas

Permulaan serta pertengahan abad yang ke 20 an, alat multimedia ini (proyektor) buram dengan biaya rendah dibuat serta diperjual belikan sebagai permainan untuk anak-anak.  Alat episcope diperjual belikan yang pakai  oleh seniman sebagai alat pembesaran agar memungkinkan gambar bisa dilacak di permukaan seperti kanvas yang disiapkan.

Dekade akhir 1950-an dan awal 1960-an, OHP (overhead projector) sudah mulai umum dipakai untuk kegiatan  di sekolah dan bisnis. OHP ini awal dipakai untuk membantu pekerjaan identifikasi kepolisian. Amerika serikat  melalui Angkatan Daratnya  adalah yang pertama memakai dalam jumlah banyak untuk pelatihan saat PD II berakhir pada tahun 1945.

Mulai dekade tahun 1950-an hingga 1990-an, alat multimedia projector slide  biasa dipakai untuk acara presentasi serta sebagai alat untuk hiburan; sanak kerabat serta anggota keluarga dan sahabat-sahabat acapkali akan berkumpul guna menonton tayangan slide, lumrahnya dalam perjalanan liburan.Slide mayoritas sudah  digantikan oleh gambar digital. Pada awal 2000-an.