PENGGUNAAN PROYEKTOR DALAM PENDIDIKAN

February 8, 2019 0 By admin
PENGGUNAAN PROYEKTOR DALAM PENDIDIKAN

Proyektor & Pendidikan

Hai, Sahabat Kahyangan di manapun anda berada. Salam sejahtera untuk kita semua. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai “Penggunaan Proyektor” atau biasanya disebut dengan, “The Using of Projector.”

Proyektor sendiri merupakan salah satu alat teknologi yang mampu menampilkan sesuatu dalam bentuk tulisan, gambar, maupun video dari laptop atau Personal Computer ke layar sehingga ukurannya menjadi lebih besar dan dapat dilihat oleh orang lain dari jarak jauh.

Proyektor sering kali tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia karena memiliki beberapa manfaat bagi penggunanya. Dimulai dari zaman dahulu, ketika ada istilah,’ Nonton Layar Tancap’ di mana orang akan berbondong-bondong untuk dapat hadir dan menyaksikan Layar Tancap tersebut. Pada8 waktu itu, penduduk rata-rata tidak memiliki televisi. Walaupun punya, bisa dikatakan hanya beberapa orang saja, itu pun dari kalangan ekonomi menengah ke atas.

Proyektor menjadi hiburan yang menarik dan patut diacungi jempol karena menampilkan berbagai film, drama, maupun video.
Setelah berkembangnya zaman, hingga saat ini tak dapat dielakkan lagi bahwa penggunaan proyektor memiliki dampak positif yang berarti bagi kehidupan masyarakat baik dalam bidang pendidikan, pemerintahan, pariwisata maupun sosial.

Namun, kali ini secara khusus saya akan menguraikan penggunaan proyektor dalam bidang pendidikan. Penggunaan proyektor merupakan tuntutan sehingga tenaga pendidik atau pengajar diwajibkan bisa menggunakan alat tersebut sebagai media pembelajaran yang efektif bagi siswa.

Berikut sisi positif dari penggunaan proyektor :

  1. Menghemat waktu
    Dikatakan menghemat waktu dikarenakan guru tidak usah mendikte bahan ajar dan langsung menampilkannya ke layar sehingga waktu belajar tidak habis untuk dikte.
  2. Menghemat alat tulis
    Alat tulis seperti kapur tulis maupun spidol lebih irit dalam penggunaannya dikarenakan guru tidak perlu lagi menulis di papan.
  3. Bahan Ajar / materi berupa video lebih mudah disajikan
    Materi berupa video yang menjelaskan mengenai suatu cara, proses, maupun fenomena alam lebih mudah langsung diputar sehingga memudahkan peserta didik memahami materi secara gamblang. Dengan adanya video yang berkaitan dengan materi membuat siswa menjadi lebih cepat mengerti dari pada hanya dijelaskan melalui lisan.
  4. Materi yang disajikan menjadi menarik
    Materi yang ditampilkan dapat disisipi gambar atau hal-hal yang menarik sehingga membuat siswa tidak bosan. Idealnya, setiap slide diberikan efek animasi yang berbeda sehingga membuat siswa menjadi penasaran dan antusias belajar akan meningkat.
  5. Membuat pembelajaran menjadi menyenangkan.
    Proses belajar mengajar akan menjadi lebih menyenangkan bagi siswa dikarenakan adanya film maupun video yang berkaitan dengan pelajaran yang sedang dibahas. Hal ini menbuat siswa menjadi lebih bersemangat dalam belajar juga menjadikan belajar terasa berbeda dari yang sebelumnya. Dengan kata lain, proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan.

Sisi negatif dari penggunaan proyektor dalam bidang pendidikan :

  1. Membuat tenaga pendidik menjadi malas
    Adanya proyektor juga menjadikan tenaga pendidik sering kali merasa malas untuk menjelaskan materi kemudian malah menyuruh siswa untuk membaca sendiri materi yang ditampilkan tanpa sedikitpun menerangkan materi. Padahal sejatinya, proyektor hanya merupakan alat bantu dan bukan menjadikan proyektor sebagai buku.
  2. Kualitas tampilan buram
    Setiap merk proyektor memiliki kualitas masing-masing. Tidak semua jenis proyektor bisa dikatakan bagus. Ada beberapa jenis proyektor yang kualitas tampilannya bagus, dan ada juga yang tampilannya terlihat buram. Oleh karena itu, sebelum membeli proyektor maka sebagai pengguna harus pintar-pintar memilih jenis proyektor yang berkualitas. Dengan kata lain, jangan membeli tanpa mengecek kualitas yang dimiliki.
  3. Proyektor cepat rusak
    Semua jenis teknologi yang diciptakan memiliki resiko tersendiri, termasuk juga dengan proyektor. Alat canggih ini pun riskan terhadap kerusakan. Rusaknya sebuah alat pasti memiliki beberapa faktor, diantaranya:
    a. Penggunaan proyektor terlalu lama
    Pada umumnya, sebuah proyektor hanya mampu dipergunakan dengan jangka waktu antara empat sampai dengan lima jam dengan frekuensi penggunaan secara terus menerus. Jika penggunaan melebihi ambang batas waktu yang telah ditentukan akan memicu kerusakan. Suhu panas proyektor perlu didiamkan agar menjadi tidak panas dan dapat digunakan kembali.
    b. Penyimpanan proyektor yang tidak benar
    Sebelum menggunakan proyektor, sebaiknya bacalah dulu tata cara penyimpanan proyektor agar sesuai dengan petunjuk penggunaan. Umumnya, proyektor disimpan kembali di tempat yang terlindung dari cahaya matahari dan simpan kembali di tempat semula sesuai dengan suhu ruangan.

Peran Guru

Guru haruslah berperan penting dalam penggunaan proyektor. Zaman semakin maju, begitu pula dengan teknologi. Guru harus pandai menggunakan proyektor jika tak ingin dikatakan, ” Gaptek ” atau biasa disebut dengan, ” Gagap Teknologi.” Istilah ini kerap kali diperuntukkan bagi guru yang tidak mampu menguasai dan menggunakan alat teknologi. Ibarat sebuah ujaran, “Sepandai-pandainya guru adalah mereka yang mampu menggunakan alat teknologi secara cepat dan tepat.” Ujaran tersebut mengindikasikan bahwa guru yang ilmunya paling tinggi ialah mereka yang mampu menggunakan media pembelajaran sesuai dengan perkembangan teknologi dan zaman.

Sebelum memulai pembelajaran maka guru diwajibkan untuk membuat materi yang nantinya akan dipresentasikan di depan kelas. Mereka harus menyiapkan bahan ajar yang dirasa sesuai bisa dalam bentuk tulisan melalui aplikasi Microsoft Office yang terdiri atas Microsoft Word, Microsoft Excel, maupun Microsoft Power Point. Jika dalam bentuk video biasanya berupa film pendek, maupun drama.

Yang menjadi persoalan saat ini adalah apakah semua guru mampu menggunakan proyektor sebagai salah satu media pembelajaran sedangkan mereka saja belum semuanya tahu menahu soal proyektor?

Miris sekali rasanya melihat tenaga pendidik yang sudah sarjana belum bisa menggunakan proyektor. Alat tersebut masih dianggap tabu sehingga merasa risih jika harus berhadapan dengan teknologi tersebut. Misalnya, tenaga pendidik dengan usia di atas 30 tahun tentulah wajar jika tidak bisa menggunakan proyektor walaupun sudah dilatih sekali atau dua kali karena daya tangkap setiap pribadi berbeda-beda. Mereka khawatir jika salah menggunakannya justeru membuat barang tersebut rusak.

Kendala dalam Menggunakan Proyektor

Menurut beberapa tenaga pendidik yang pernah saya wawancarai dan diajak berbicara dari hati ke hati, ada beberapa kendala dalam penggunaan proyektor sebagai media pembelajaran, yaitu:

  1. Adanya rasa khawatir jika proyektor akan rusak setelah digunakan.
  2. Belum pernah menggunakannya sehingga ragu dan lebih memilih media yabg lain.
  3. Belum pernah diadakannya seminar / latihan secara berkala mengenai penggunaan proyektor.
  4. Gaptek / Gagap Teknologi atau dengan kata lain tidak mampu dan tidak bisa menggunakan proyektor.
  5. Belum adanya tenaga ahli yang mampu mengoperasikan proyektor di lingkungan sekolah.
  6. Sekolah tidak mempunyai proyektor karena keterbatasan biaya sedangkan harga proyektor dirasa sangat mahal.
  7. Tidak adanya sambungan arus listrik yang mengalir ke sekolah. Hal ini biasanya dialami oleh berbagai sekolah yang di lingkungan tersebut belum tersedia arus listrik. Rata-rata sekolahnya berada di daerah terpencil.
    Ketujuh alasan tersebut membuat proyektor dianggap barang “Wah” atau barang mewah. Apalagi jika sebuah institusi pendidikan di daerah terpencil dengan tenaga pendidik seadanya serta dana BOS ( Bantuan Operasional Sekolah ) yang turun dari pusat hanyalah cukup untuk membayar gaji guru dikarenakan jumlah peserta didik yang minim atau kurang maka tidak akan mampu untuk membeli proyektor.

Lalu bagaimana caranya agar proyektor ini bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang digunakan secara merata di wilayah Indonesia? Tentu bukanlah hal yang mudah untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Ada beberapa jalan yang bisa digunakan demi kemajuan pendidikan:

  1. Diadakannya bantuan pengadaan proyektor kepada seluruh sekolah yang belum memiliki proyektor di Indonesia baik melalui proposal atau secara langsung.
  2. Menunjuk salah satu tenaga pendidik di setiap sekolah dalam rangka pelatihan bersama di setiap kecamatan atau kabupaten.
  3. Tenaga yang telah dilatih wajib mengadakan seminar atau latihan dalam rangka penggunaan proyektor secara berkala kepada seluruh guru.
  4. Arus listrik harus sudah ada di setiap sekolah. Arus listrik menjadi salah satu poin penting dalam penggunaan proyektor. Jika tanpa adanya arus listrik maka proyektor tidak akan dapat dipergunakan. Tanpa listrik maka proyektor tidak akan menyala dan tidak dapat berfungsi.

Dengan berbagai solusi yang disebutkan di atas diharapkan mampu membawa Bangsa Indonesia dalam kemajuan penggunaan teknologi bukan saja lewat lisan tapi sudah harus dipraktikkan atau dilakukan demi kemajuan bangsa agar tidak tertinggal dari negara lain.

Kesimpulan dari artikel “Penggunaan Proyektor Dalam Dunia Pendidikan” ialah penggunaan proyektor yang memiliki peran vital sebagai media pembelajaran di dunia pendidikan. Hal ini tentu harus diimbangi dengan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang harus ditingkatkan.
Setiap produk yang diciptakan di muka bumi ini pasti memiliki resiko masing-masing.

Sering kali menjadi pertanyaan adalah “Apakah pemerintah sudah siap dalam mengaplikasikan penggunaan proyektor sebagai media belajar?”

[views id=”1″]